UJI FUNGSIONAL JARAK JAUH DAN PENGUKURAN PUSAT MASA SATELIT LAPAN-A2

   Sabtu, 04 Agustus 2012 02:11

Dengan selesainya harness dan pemasangan struktur LAPAN-A2 maka, AIT melangkah ke tahap berikutnya yakni uji fungsional. Uji fungsional adalah pengujian terhadap semua fungsi satelit dalam konfigurasi terbang. Misalnya membaca arus yang masuk dari solar panel dengan menyinari solar panel dengan lampu yang sangat terang dan membaca arusnya via telemetri satelit. Juga mengoperasikan muatan kamera dan perangkat lainnya melalui komputer utama dengan perintah yang disampaikan via gelombang radio, atau yang disebut dengan TTC (telemetry & telecommand). Setelah uji fungsinal oleh tim AIT LAPAN-A2 selesai dilakukan, dilakukan pengujian fungsional oleh tim Quality Control LAPAN-A2, salah satunya adalah Prof. Dr. Udo Renner yang menjadi mentor dalam pembuatan satelit LAPAN yang pertama, LAPAN-TUBSAT. Karena kondisi nya yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh ke Indonesia, pengujian fungsi satelit dilakukan secara jarak jauh.

Perangkat yang diperlukan untuk mengakses satelit dalam pengujian tersebut adalah perangkat stasiun Bumi LAPAN-A2 berupa radio-modem dan komputer statiun bumi yang dikendalikan via jaringan internet yang stabil (lihat gambar).

Hasil pengujian menyimpulkan bahwa satelit LAPAN-A2 secara umum dalam keadaan baik. Fungsi-fungsi pengendalian yang direncanakan berjalan dengan sempurna, yang berarti kualitas pengerjaan harness LAPAN-A2 baik. Dari rekomendasi tim Quality Control, ada beberapa penyempurnaan yang harus dilakukan yang melibatkan modifikasi minor di software pengendali satelit di stasiun Bumi dan software pengakses data di komputer utama satelit, untuk memudahkan sistem operasi satelit orbit kelak.

Pengujian fungsi satelit di Bogor dari Berlin

Salah satu pekerjaan AIT satelit di level sistem (setelah satelit terintegrasi) adalah pengukuran pusat masa satelit. Pusat masa satelit penting untuk diketahui agar pihak peluncur satelit dapat melepaskan satelit di orbit dengan arah yang baik. Satelit LAPAN-A2 akan terpasang di roket PSLV dengan perangkat yang disebut adapter ring. Perangkat ini mempunyai sistem pengunci yang digerakkan dengan piston berisi bahan peledak (pyro). Setelah pengucinya terlepas, maka pegas yang berada pada adapter ring akan mendorong satelit untuk menjauh dari roket dengan kecepatan relatif 1 m/s. Arah dorongan tersebut harus direncanakan dengan baik agar satelit tidak menghantam benda-benda lain yang berada di roket peluncur. Sehingga pusat adapter ring harus ditempatkan di pusat masa satelit. Untuk kasus PSLV, adapter ring harus dipasang dengan toleransi 5 mm dari pusat masa satelit di bidang tempat ring dipasang. Selain itu pengetahuan akan pusat masa sangat penting untuk perhitungan momen inersia satelit, yang diperlukan sebagai konstanta untuk memodelkan pengendalian sikap satelit.

Karena geometrinya yang berbentuk kotak, seperti juga pada LAPAN-TUBSAT, pengukuran pusat masa LAPAN-A2 dilakukan dengan metoda edge balancing. Yakni prinsip dimana saat satelit didirikan secara setimbang pada salah satu rusuknya, maka pusat masanya berada pada garis tegak lurus dari rusuk tersebut. Dengan membuat pengukuran dari 2 rusuk maka didapat koordinat pusat masa pada titik pertemuan kedua garis tersebut. Hasil pengukuran pusat masa satelit LAPAN-A2 adalah pada koordinat 243,7 mm diarah sumbu X dan 232 mm diarah sumbu Z. Karena pusat masa tersebut sudah sangat dekat dengan pusat geometri di bidang tersebut (Z 250 mm dan X 235 mm), dan dimensi satelit pada dibidang tersebut (500 x 470 mm) masih jauh didalam envelope muatan tambahan PSLV (600 x 600 mm), maka pusat adapter ring dapat ditentukan untuk berada di pusat masa bidang XZ tersebut.

 

Pengukuran pusat masa LAPAN-TUBSAT ( Berlin, 2005 )

 

Pengukuran pusat masa LAPAN-A2 ( Bogor, 2012 )