|
Rabu, 01 May 2013 05:28
|
|
Sebagai bagian dari upaya penanggulangan kebakaran hutan, salah satu bentuk teknologi yang dapat diaplikasikan adalah teknologi satelit dengan muatan kamera Infra Merah. Sensor tersebut diantaranya ada di NOAA-AVHRR, ERS-ATSR, dan TERRA-MODIS. Perekaman moda thermal infrared ini dapat dilakukan pada siang maupun malam hari dan menembus awan dan asap. Bahkan untuk beberapa obyek perekaman lebih baik dilakukan pada malam hari, yaitu pada saat perbedaan temperatur yang besar.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kamis, 18 April 2013 01:03
|
|
Karena kemampuannya untuk menghasilkan gambar dinamik (video) dan bermanuver untuk mencari target, Hokaido University meiminta satelit LAPAN-TUBSAT untuk digunakan dalam pemantauan badai petir. Kegiatan pemantauan ini dilakukan bekerjasama dengan Prof. Yukihiro Takahashi, dari Dept of Cosmosciences Graduate schools of Science, Hokkaido University-Jepang. pada tanggal 7 – 10 Maret 2013. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempelajari frekwensi petir (lightning) yang ada pada badai awan. Hingga saat ini studi mengenai hal tersebut dilakukan dengan sensor yang dipasang dipermukaan Bumi (penerima gelombang radio frekwensi rendah) dan belum pernah ada yang melakukannya dengan satelit.
|
|
Selengkapnya...
|
|
PENGUMUMAN PEMILIHAN LANGSUNG DENGAN PASCAKUALIFIKASI No: 01/Peng-PPBJ/Pusteksat/IV/2013
Pusat Teknologi Satelit pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional akan melaksanakan Pemilihan Langsung dengan pascakualifikasi untuk paket pekerjaan konstruksi secara elektronik sebagai berikut: Paket Pekerjaan : Renovasi Ruang AIT dan Pembangunan Fasilitas Tes Optis, Lingkup pekerjaan : Pekerjaan Konstruksi, Nilai total HPS : Rp 2.000.000.000 (dua milyar rupiah)...keterangan lengkap ....... |
|
Rabu, 29 Agustus 2012 05:25
|
|
Uji pada tingkat sistem yang harus dilalui LAPAN-A2 agar layak untuk diterbangkan ke antariksa adalah uji getar. Pengujian yang dilakukan pada pertengahan bulan Agustus 2012 ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah satelit akan bisa mengatasi beban mekanik yang terjadi selama peluncuran. Peluncuran roket menuju orbit satelit melibatkan proses konversi enerji yang sangat masif, dari energi potensial di bahan bakar roket menjadi energi kinetik kecepatan roket, yang juga harus menembus atmosfir Bumi. Sehingga timbul beban dinamik yang lalu dihantarkan oled struktur roket ke muatan (satelit). Secara analogi, beban yang dialami mirip dengan yang dialami mobil yang melaju dengan sangat kencang pada jalan berlubang-lubang.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Senin, 01 Oktober 2012 06:25
|
|
Satelit mikro dan jenis satelit remote sensing yang menjadi target pengembangan teknologi satelit berikutnya oleh LAPAN ini mengorbit pada orbit LEO (Low Earth Orbit) dengan ketinggian antara 500 – 1000 km dari permukaan bumi. Satelit yang berada pada ketinggian ini akan memiliki kecepatan edar terhadap bumi yang sangat cepat. Misalnya untuk satelit LAPAN-TUBSAT yang berada pada ketinggian 630 km, maka akan mempunyai kecepatan edar mengelilingi bumi sebesar 7544,96 meter/detik. Dengan kecepatan edar yang sangat cepat ini, maka dibutuhkan stasiun bumi kendali dengan kemampuan tracking dan harus memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Untuk mendapatkan pergerakan antena yang baik hingga diperoleh tingkat akurasi tracking yang tinggi, maka semua ini sangat berhubungan dengan kemampuan motor penggerak antena dalam mengarahkan antena mengikuti pergerakan satelit tersebut menggunakan sistem program track/autotrack.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Selanjutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 5 |