breadcrumbs: Home
Teknologi Pembawa Perubahan

Tangerang, Lapan.go.id, Rabu (20/1), Pembawa perubahan yang paling kuat pada abad ke-21 adalah teknologi. Pertumbuhan ekonomi dapat tercapai dengan dukungan teknologi. Untuk itu, bangsa Indonesia perlu menjadi innovation nation (bangsa inovasi) dan teknologi harus menjadi urat nadi kehidupan bangsa ini.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menghadiri Silaturahmi dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan masyarakat ilmiah di Pusat Penelitian dan Ilmu Pengetahuan Teknologi (Puspitek), Serpong, Tangerang. Kegiatan ini dihadiri antara lain oleh mantan presiden B. J. Habibie, Duta Besar Amerika Serikat Cameron R. Hume, serta pimpinan departemen dan lembaga pemerintah.

Presiden menjelaskan, teknologi yang dikembangkan harus dapat menjawab berbagai tantangan bangsa Indonesia, salah satunya adalah pengentasan kemiskinan. Selain itu, menurut Susilo teknologi juga harus menjawab tantangan di bidang lingkungan hidup, industri, pertanian, kesehatan, maritim, pertahanan, transportasi, dan nanoteknologi.

Menurut Presiden, salah satu contoh pengembangan teknologi di bidang lingkungan hidup adalah untuk mencapai penurunan emisi 20 persen pada 2020. Caranya adalah dengan pemantauan titik api menggunakan satelit untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan. Selain itu, Indonesia juga perlu mengembangkan teknologi terbarukan yang ramah lingkungan, seperti energi angin.

Dalam mewujudkan bangsa inovasi, Presiden menambahkan, masyarakat harus menghargai kerja keras ilmuwan, peneliti, dan inventor. ”Mereka inilah yang harus menjadi garis depan inovasi dan menjadi pendekar keunggulan”, kata Susilo.

Presiden berharap, ilmuwan Indonesia terus memperkaya riset untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di negara ini. Ia berpendapat, saat ini nasionalisme bangsa Indonesia dapat ditunjukkan dalam kemampuan untuk menyerap iptek dari manapun guna kepentingan bangsa. "Selain itu, Indonesia juga diharapkan bukan hanya menjadi bangsa penyerap, melainkan juga penyumbang iptek bagi dunia", ia menuturkan.

Sementara itu, Habibie menjelaskan bahwa sejarah membuktikan bahwa manusia yang mampu menerapkan (iptek) adalah manusia yang berbudaya. Mereka akan tampil sebagai manusia terampil yang memiliki produktivitas dan daya saing tinggi. Daya saing ini berguna untuk mempertahankan dan meningkatkan peradaban manusia yang sejahtera.

 

 

 

Galeri Foto

Statistik

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Pilih Bahasa

Indonesian English German Hindi Japanese